LINTAS-PUBLIK.COM, GORUT – Permasalahan air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki (ZUS) kembali dikeluhkan pasien.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada ruang inap kelas III, tetapi juga dirasakan hingga ke ruang inap kelas VIP.
Selain ketersediaan air, fasilitas kamar mandi pun turut menjadi sorotan pasien dan keluarga.
“Ruang inap kelas VIP saja tidak ada air, ditambah toiletnya tersumbat,” ungkap salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Rabu (20/8).
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD ZUS, Mohammad Ardiansyah, mengakui bahwa permasalahan air bersih memang sudah lama menjadi kendala di rumah sakit tersebut.
“Sumur bor yang sudah dibangun untuk menyuplai seluruh ruangan tetap tidak mencukupi,” kata dokter Ardi, sapaan akrabnya saat temui diruang kerjanya.
Berdasarkan penelitian tim geologi, kontur air di kawasan rumah sakit ini sifatnya mengalir, bukan tergenang seperti mata air.
“Jadi, sumur bor yang dibuat biasanya air itu hanya bertahan tiga hari, setelah itu air habis,” katanya.
Untuk mengantisipasi ketersediaan air, pihak RSUD ZUS telah membangun kembali 1 (satu) sumur bor di lokasi yang telah disurvei oleh ahli geologi.
“Yang tadinya di dataran tinggi, kali ini kita bangun di dataran rendah. Mudah-mudahan airnya tidak habis lagi,” tambahnya.
Sejauh ini sudah ada 5 (lima) titik sumur bor yang telah dibangun oleh pihak RSUD ZUS.
Sementara itu, terkait toilet yang sering tersumbat, Mohammad menjelaskan hal itu disebabkan posisi septic tank yang rendah.
Kondisi tersebut membuat toilet mudah meluap, terutama saat musim hujan.
“Sekarang sudah kita perbaiki dengan menambah tinggi septic tank agar tidak lagi meluap,”pungkasnya.













