Lintas-Publik.com, Gorontalo – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Ketua Komisi 3 DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa.
Legislator muda yang akrab disapa Tata Dini itu menyambangi sekaligus memberikan santunan kepada seorang anak penderita kanker hati di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (12/6).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada Abizal Syaputra Hasyim (7), putra pasangan Nasir Hasyim dan Ainun Mantida, yang telah berjuang melawan penyakit kanker hati sejak usia tiga tahun.
Meski Desa Motilango berada di luar daerah pemilihannya, hal itu tidak mengurangi kepedulian Dheninda terhadap kondisi yang dialami Abizal dan keluarganya.
Kehadirannya menjadi bukti bahwa perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan tidak mengenal batas wilayah maupun kepentingan politik.
Dheninda mengaku tergerak setelah mengetahui kondisi Abizal melalui informasi yang beredar di media sosial. Ia merasa terpanggil untuk datang langsung melihat kondisi sang anak sekaligus memberikan bantuan yang dibutuhkan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Dheninda menyerahkan bantuan berupa perlengkapan tempat tidur, termasuk kasur, guna membantu memenuhi kebutuhan Abizal selama menjalani masa pengobatan.
Ia juga memberikan motivasi kepada keluarga agar tetap kuat dan optimistis mendampingi proses penyembuhan putra mereka.
“Anak-anak adalah harapan masa depan. Ketika melihat ada yang sedang berjuang melawan penyakit berat seperti ini, sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk hadir, memberikan dukungan, dan meringankan beban keluarga semampu yang kita bisa,” ujar Dheninda.
Sementara itu, orang tua Abizal, Ainun Mantida menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya merasa senang sekali mendapat bantuan perlengkapan tempat tidur berupa kasur dari Tata Dini, Ketua Komisi III DPRD Gorut. Semoga Tata Dini bersama keluarga selalu diberikan kesehatan dan rezekinya semakin lancar,” ujar keluarga Abizal.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Abizal dalam menjalani pengobatan dan proses pemulihan kesehatannya. (Rol)













