Gorut, Lintas-Publik.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, menggelar kegiatan reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Gorontalo Utara, pada Kamis (2/7).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kikia, Kecamatan Sumalata, dan dihadiri oleh Anggota DPRD Gorut, Jerry Kiswanto, Kepala Desa Kikia, Sadri Matia, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak di wilayah mereka. Dalam dialog bersama warga, sejumlah usulan prioritas mengemuka, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan mitigasi bencana.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah normalisasi Sungai Dusun Moniko, Desa Kikia, yang dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir dan abrasi saat musim hujan.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan pemecah ombak guna melindungi kawasan pesisir dari ancaman gelombang yang berpotensi merusak permukiman dan lahan masyarakat.
Tak hanya itu, masyarakat turut meminta peningkatan jalan tani agar akses menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah.
Menurut warga, kondisi jalan yang memadai akan memperlancar aktivitas pertanian serta mendukung peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan petani.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa Setiap usulan yang dihimpun selama reses akan disusun menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Dengan demikian, setiap aspirasi memiliki peluang menjadi kebijakan dan program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa masa reses bukan sekadar kewajiban konstitusional anggota DPRD, melainkan ruang demokrasi yang mempertemukan kebijakan dengan kenyataan hidup masyarakat.
“kegiatan reses merupakan bentuk komitmen anggota legislatif untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi warga, sekaligus memastikan kebutuhan pembangunan daerah dapat diperjuangkan dalam perencanaan program pemerintah,” ujarnya.
Melalui reses ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat Desa Kikia dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. (Rol)













